TAHAPAN PENELITIAN ILMIAH

Gambar 1. Tahapan Penelitian Ilmiah



Menggali dan Merumuskan Masalah

a. Menggali Masalah

Banyak masalah yang terdapat di alam semesta ini. Dari masalah sosial manusia, hewan atau mungkin juga tumbuhan sampai dengan masalah-masalah eksakta, dan bahkan masalah gaib. Masalah tersebut ingin dijawab, dipecahkan, diatasi, dicari jalan keluarnya secara ilmiah. Memang tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan kajian ilmiah atau hasil pikir manusia, misalnya masalah yang berkaitan dengan hal-hal yang gaib. Menggali masalah barangkali berbeda dengan “mencari-cari masalah”. Menggali masalah berarti mengungkapkan masalah-masalah yang ada, menyeleksi masalah yang penting dan mencoba memecahkan masalah tersebut untuk kesejahteraan bagi masyarakat luas. Oleh sebab itu, penelitian juga sebaiknya memperhatikan tata nilai di masyarakat.

Penelitian-penelitian yang bertentangan dengan tata nilai masyarakat memang perlu dihindari. Hal ini untuk mencegah timbulnya perilaku masyarakat yang cenderung negatif. Dalam masyarakat Islam, misalnya, adalah kurang tepat jika seorang peneliti meneliti bagaimana memproduksi babi yang efisien. Akan tetapi, barangkali akan relevan jika seorang peneliti meneliti dampak negatif mengkonsumsi daging babi dipandang dari sudut kesehatan.

Masalah penelitian bisa muncul dari ;

1. Dari kehidupan sehari-hari yang kita amati, rasakan, kita hayati dan kita renungkan.

2. Dari pembicaraan masyarakat luas yang sedang hangat.

3. Dari prioritas nasional dan atau prioritas topik penelitian yang diminta oleh penyandang dana.

4. Dari berbagai tulisan yang dimuat di berbagai media masa.

5. Dari buku-buku pelajaran yang memuat berbagai teori, konsep, atau prinsip.

6. Dari hasil-hasil penelitian baik dari peneliti maupun dari orang lain.

7. Dari diskusi-diskusi ilmiah, seminar, kuliah, wawancara dll.

8. Pengalaman pribadi atau orang lain.

9. Analisis bidang pengetahuan.

10. Ulangan serta perluasan penelitian.

11. Cabang studi yang sedang dikerjakan.

12. Praktek serta keinginan masyarakat.



b. Merumuskan Masalah

Setelah menemukan masalah yang menarik, langkah berikutnya adalah merumuskan masalah. Banyak pertimbangan yang harus dilakukan agar supaya masalah yang dipilih nantinya akan menjadi rumusan yang baik (yaitu yang penting, menarik, punya arti yang luas dan secara operasional dapat diteliti). Untuk itu, diperlukan kajian yang cukup agar suatu masalah dapat dirumuskan. Untuk itu yang bisa dilakukan antara lain adalah:

1. menetapkan alternatif masalah.

2. Mengadakan telaah kepustakaan dan studi pendahuluan.

3. Pilih salah satu masalah yang terbaik.

4. Telaah kepustakaan dan studi pendahuluan khusus.

5. Pahami kait berkaitnya masalah.

6. Nilailah luas sempitnya masalah.

7. Tetapkan sudut pandang atau pendekatan.
Rumuskan dengan jelas permasalahan yang ingin diteliti/ditulis. Uraikan pendekatan dan konsep untuk menjawab masalah yang diteliti/ditulis (kerangka pemecahan masalah), hipotesis (jika ada) yang akan diuji atau dugaan yang akan dibuktikan. Dalam perumusan masalah dapat dijelaskan definisi, asumsi dan lingkup yang menjadi batasan penelitian/tulisan. Uraian perumusan masalah tidak selalu dalam bentuk pertanyaan.

Kerangka pemecahan masalah merupakan kerangka berpikir secara teoritis maupun empirik untuk memecahkan masalah yang sudah diidentifikasi. Disini digambarkan berbagai alternatif pemecahan masalah yang mungkin dilakukan untuk memecahkan masalah yang dirumuskan. Bagaimana proses pemilihan alternatif itu sampai terpilih cara pemecahan yang paling baik yang akan dilakukan. Kemukakan alternatif terbaik untuk memecahkan masalah tersebut. Uraikan alasan logiknya mengapa kita mengemukankan hal tersebut. Kemukakan kelebihan “metode” pemecahan masalah dibandingkan dengan yang sudah ada sehingga diharapkan “metode” tersebut dapat memecahkan masalah tersebut di atas. Metode pemecahan masalah inilah yang nantinya dijabarkan dalam materi dan metode penelitian.



Merumuskan hipotesis

Penggunaan hipotesis dapat didasarkan kepada permasalahan dan tujuan penelitian kita. Tidak ada keharusan dalam sebuah penelitian dimulai dengan hipotesis. Sebagai contohnya adalah pada penelitian eksploratif. Pada penelitian jenis ini, hipotesis hampir sulit dirumuskan, sehingga banyak penelitian eksploratif tidak menggunakan hipotesis. Penelitian eksploratif merupakan penelitian pendahuluan, sebagai langkah awal untuk penelitian yang lebih mendalam. Meskipun demikian dalam penelitian eksploratif sekalipun harus ada pedoman yang dapat membatasi atau memberi pedoman atau arah penelitian yang hendak dilakukan. Oleh sebab itu, setidak-tidaknya suatu penelitian agar bisa dilakukan harus ada pertanyaan atau perumusan masalah yang hendak dikaji.

Lain halnya dengan penelitian yang langkah pokoknya disusun oleh komponen masalah-hipotesis-data-analisis-kesimpulan, maka hipotesis merupakan suatu keharusan. Pada jenis penelitian ini, hipotesis disusun berdasarkan teori-teori atau fakta-fakta yang telah ada. Hipotesis inilah yang kemudian diuji kebenarannya melalui penelitian.

Apa Itu Hipotesis?

Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap masalah penelitian. Dinyatakan sementara karena hipotesis disusun berdasarkan teori dan fakta yang ada, dimana hal ini perlu diuji kebenarannya.

Hipotesis amat berguna dalam penelitian antara lain sebagai berikut (Nazir, 1988):

a. memberikan batasan serta memperkecil jangkauan penelitian dan kerja penelitian.

b. Mensiagakan peneliti kepada kondisi fakta dan hubungan antar fakta.

c. Sebagai alat yang sederhana dalam memfokuskan fakta ke dalam kesatuan penting dan menyeluruh.

d. Sebagai panduan dalam pengujian serta penyesuaian dengan fakta dan antar fakta.

Menggali Hipotesis

Salah satu cara untuk menggali hipotesis adalah dari berbagai informasi baik dari karya ilmiah, buku, fenomena alam atau dari pengalaman pribadi maupun orang lain, wawasan, imajinasi, data yang tersedia dll.

Seperti yang telah penulis uraikan bahwa hipotesis dapat disusun dari fakta-fakta yang dirangkum dalam tinjauan pustaka. Dari analisis dan sintesis berbagai hasil penelitian, maka kita dapat menghasilkan simpulan. Simpulan dari telaah pustaka dapat merupakan konsep yang masih memerlukan pembuktian. Nah, konsep tersebut dapat dijadikan hipotesis dari penelitian anda. Mungkin pula setelah kita merangkai berbagai hasil penelitian diperoleh suatu konsep argumentatif yang secara logik dapat diterima tanpa harus dibuktikan melalui penelitian karena sudah terbukti kebenarannya dengan sendirinya. Konsep temuan anda tersebut dapat dijadikan dasar untuk menyusun hipotesis. Caranya, anda hubungkan konsep anda dengan fenomena lain yang berkaitan dengan masalah yang akan anda teliti.

Dari uraian tersebut, maka seorang peneliti harus mempunyai banyak informasi tentang masalah yang akan dipecahkan. Kita dapat mencari informasi dari berbagai artikel yang dapat kita cari di jurnal-jurnal ilmiah, internet atau sumber informasi lainnya. Banyak informasi saja tidak cukup. Peneliti harus mampu memilih informasi-informasi yang berhubungan dengan masalah yang akan diteliti serta kemudian menganalisis dan mensintesisnya sesuai dengan kerangka teori ilmu dan bidang yang bersangkutan. Ini berarti seorang peneliti harus mampu menghubungkan suatu fakta dengan fakta yang lain dalam fenomena yang sedang/akan diteliti.

Merumuskan hipotesis

Setelah menggali hipotesis, tiba saatnya kita merumuskan hipotesis. Menurut Nazir (1988) bahwa dalam merumuskan hipotesis ada beberapa hal yang harus diperhatikan yaitu (1) hipotesis harus dirumuskan secara jelas dan padat serta spesifik, (2) hipotesis sebaiknya dinyatakan dalam kalimat deklaratif, (3) hipotesis sebaiknya menyatakan hubungan antara dua atau lebih variable yang dapat diukur, (4) hipotesis harus dapat diuji, (5) hipotesis sebaiknya mempunyai kerangka teori.



Materi dan Metode Penelitian

Materi dan metode penelitian merupakan bagian yang utama dalam proposal penelitian. Untuk itu anda harus menguraikan metode penelitian secara bertahap sesuai dengan tuntutan permasalahan yang akan dipecahkan. Metodologi harus menjawab permasalahan, tujuan dan hipotesis penelitian anda. Seringkali kita gagal dalam menunjukkan keselasaran antara hal tersebut di atas dengan metode penelitian yang kita tulis.

Subjek dan Objek Penelitian

Subjek mengacu kepada sesuatu atau seseorang tempat kita memperoleh data, fenomena atau keterangan. Jika kita ingin meneliti perubahan pertumbuhan broiler, maka yang menjadi subjek penelitian adalah broiler, dan yang menjadi objek penelitian adalah perubahan pertumbuhan broiler. Jika kita akan meneliti keadaan penyelenggaraan perpustakaan perguruan tinggi di Propinsi Bengkulu, maka yang menjadi subjek penelitian adalah perpustakaan-perpustakaan perguruan tinggi tersebut. Yang menjadi sumber informasi bisa perpustakaannya itu sendiri (dokumen, koleksi, tata-ruang, katalogisasi, system klasifikasi, system pelayanan dll.) dan orang-orang yang bertanggung jawab terhadap perpustakaan tersebut.

Isi Materi dan Metode Penelitian

Materi dan metode penelitian biasanya terdiri atas lokasi penelitian, waktu penelitian, rancangan penelitian, nama materi, metode penelitian, analisis statistik.

1. Lokasi penelitian

Sebutkan lokasi penelitian anda secara jelas. Lokasi penelitian bagi beberapa penelitian sangat penting, karena lokasi yang berbeda akan berpengaruh terhadap hasil penelitian anda. Sebagai contoh anda penelitian tentang pertumbuhan leguminosa. Pertumbuhan leguminosa akan berbeda pada ketinggian yang berbeda. Jika diperlukan data tentang iklim, letak geografi dll. dapat dicantumkan.

2. Waktu penelitian

Waktu penelitian berkaitan erat dengan kapan penelitian akan dilaksanakan. Untuk beberapa kajian bidang ilmu pencantuman waktu akan penting atau merupakan keharusan. Misalnya pada penelitian sosial pemilihan waktu yang berbeda dapat menghasilkan data yang berbeda pula. Kita juga mengetahui bahwa musim sangat berpengaruh terhadap hasil penelitian kita.

3. Alat dan bahan penelitian

Alat dan bahan yang perlu dijelaskan bagian ini adalah alat dan bahan utama penelitian anda. Pencantuman alat dan bahan harus dilengkapi dengan spesifikasi seperti nama dan diproduksi oleh perusahaan mana. Jika hewan perlu dicantumkan strain, umur, berat badan awal dsb., demikian pula jika anda menggunakan tumbuhan. Untuk senyawa kimia perlu dicantumkan nama senyawa kimia dan nama produsennya. Penulisan senyawa kimia atau yang lainnya tidak boleh dimaksudkan untuk promosi. Oleh sebab itu, pencantuman merek dagang tidak dibenarkan.

4. Rancangan penelitian

Pilihan jenis rancangan penelitian mana yang akan dilakukan harus selaras dengan perumusan masalah, hipotesis dan tujuan penelitian. Jika kita akan mengevaluasi ada tidaknya hubungan antara satu variable dengan variable lainnya, maka kita memilih rancangan penelitian korelasi. Jika kita akan mengevaluasi sebab akibat terjadinya sesuatu, atau mengevaluasi apakah suatu variable akan mengakibatkan sesuatu pada variable yang lain, maka kita memilih penelitian eksperimen. Jika kita memilih penelitian eksperimen, maka tentunya akan lebih lanjut rancangan statistik penelitian yang mana yang akan kita pilih, apakah rancangan acak lengkap, rancangan acak kelompok ataukah rancangan lainnya. Rancangan ini sekalilagi harus mampu menjawab hipotesis. Jika kita ingin mengetahui sejarah sesuatu hal, tentu dipilih penelitian historis. Untuk keperluan penentuan rancangan penelitian, maka anda perlu mempelajari secara mendalam tentang jenis/corak penelitian. Dalam rancangan penelitian ini juga dijelaskan perlakuan-perlakuan yang akan dilakukan (pada metode eksperimen). Penentuan perlakuan dilakukan berdasarkan hasil telaah pustaka dan untuk menjawab hipotesis dan atau perumusan masalah (bagi penelitian yang tidak ada hipotesisnya).

5. Teknik pengumpulan data

Teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu, (1) tes, (2) angket, (3) wawancara, (4) observasi, dan (5) telaah dokumen. Penentuan teknik pengambilan data bergantung kepada tujuan penelitian dan jenis data yang akan diambil dan juga keadaan subjek atau sumber informasi penelitian. Jelaskan juga variable-variabel yang akan diukur. Untuk variable yang sifatnya telah diketahui dan disepakati oleh ilmuwan yang relevan tidak perlu dijelaskan, tetapi variable yang bersifat khusus dan belum disepakati perlu dijelaskan definisi operasionalnya.

6. Metode analitik laboratorium

Untuk penelitian jenis eksperimen, perlu dicantumkan metode analitiknya. Jika metode tersebut telah banyak diketahui secara luas, maka kita tidak perlu lagi menjelaskan tahapan analisisnya. Akan tetapi, jika kita melakukan modifikasi atau merupakan metode baru maka kita harus menjelaskannya secara rinci.

8. Teknik Analisis Data

Jelaskan teknik analisis data yang anda gunakan. Teknik ini tentunya digunakan untuk dapat menjawab hipotesis.

Agar bagian ini mudah dipahami oleh pembaca, maka anda sebaiknya menulis bagian ini setahap demi setahap. Memang, urutan judul dalam bagian (sub-bagian) materi dan metode tidak ada aturan penulisan urutan. Yang penting diperhatikan disini adalah urut-urutan yang logis dan jika perlu sesuai dengan tahapan penelitian, sehingga pembaca segera memahami bagian materi dan metode ini. Judul-judul pada sub-bagian akan membantu menjelaskan tatanan tulisan materi dan metode ini. Sub-judul yang baik akan membantu mempermudah pembaca menangkap rangkaian penelitian yang telah dilakukan.



Daftar Pustaka

Amirin, T. M. 1995. Menyusun Rencana Penelitian. PT Raja Grafindo Pustaka, Jakarta.

Lindsay, D. 1988. A Guide to Scientific Writing. (Penerjemah S. S. Achmadi). UI-Press, Jakarta.

Malo, M. 1997. Metode Penelitian Sosial. Universitas Terbuka, Jakarta.

Mullins, C. J. 1980. The Complete Writing Guide to Preparing Reports, Proposals, Memos, Etc. Prentice-Hall, Inc. Englewood Cliffs, NJ.

Nazir, M. 1988. Metode Penelitian. Ghalia Indonesia, Jakarta.

Santoso, U. 2006. Merancang Penelitian Berskala Nasional. Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, UNIB. Tidak Dipublikasikan.

Posted in perguruan tinggi | Tags: hipotesis, menggali masalah, perumusan masalah, PKM

0 komentar: